Nama :
Woro Abidah
NIM :
120213314478
Dosen :
Bu Rini widiastuti, S.Pd
Internet merupakan singkatan kata dari
interconnection-networking, bila dijabarkan secara sistem global maka internet
merupakan jaringan komputer diseluruh dunia yang saling terhubung satu
sama lain dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) sehingga
antara komputer dapat saling mengakses informasi dan bertukar data. Internet
mencangkup segala sesuatu secara luas baik itu dalam bidang komputerisasi
maupun telekomunikasi. Secara fisik dianalokan seagai jaringan laba-laba (The
web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang
saling berhubungan (Rafi, Muhammad, 2008:1).
Fungsi
dan Manfaat internet adalah sebagai media komunikasi, akses
informasi, berbagi sumber
daya atau data, internet bisa menyiarkan dan mengakses secara langsung sebuah informasi dan bertukar data dengan akses internet online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunanya.
Internet bisa membuat komputer sebagai sarana komunikasi dan juga bisa bertukar data secara langsung setelah komputer terhubung pada jaringan internet menggunakan TCP/IP.
Kegunaan internet dari semakin dibutuhkan oleh lapisan masyarakat dan badan usaha untuk berbagai kebutuhan yang disesuaikan, baik untuk meningkatkan produktivitas ataupun sarana bertukar data dan juga akses informasi maupun sarana hiburan online yang sangat lengkap. Berbagai media cetak sudah banyak yang beralih ke media online dalam memberikan berita dan informasi. Kegunaan internet juga dirasakan dalam transportasi, seperti kemudahan dalam pembelian dan informasi harga tiket kereta api ataupun tiket pesawat terbang sudah bisa dibeli secara online, dan berlaku juga untuk berbagai hal lainnya semakin memudahkan tentunya dengan kehadiran internet dan kegunaannya akan terus berkembang semakin banyak dalam memenuhi tuntutan para penggunanya.
daya atau data, internet bisa menyiarkan dan mengakses secara langsung sebuah informasi dan bertukar data dengan akses internet online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunanya.
Internet bisa membuat komputer sebagai sarana komunikasi dan juga bisa bertukar data secara langsung setelah komputer terhubung pada jaringan internet menggunakan TCP/IP.
Kegunaan internet dari semakin dibutuhkan oleh lapisan masyarakat dan badan usaha untuk berbagai kebutuhan yang disesuaikan, baik untuk meningkatkan produktivitas ataupun sarana bertukar data dan juga akses informasi maupun sarana hiburan online yang sangat lengkap. Berbagai media cetak sudah banyak yang beralih ke media online dalam memberikan berita dan informasi. Kegunaan internet juga dirasakan dalam transportasi, seperti kemudahan dalam pembelian dan informasi harga tiket kereta api ataupun tiket pesawat terbang sudah bisa dibeli secara online, dan berlaku juga untuk berbagai hal lainnya semakin memudahkan tentunya dengan kehadiran internet dan kegunaannya akan terus berkembang semakin banyak dalam memenuhi tuntutan para penggunanya.
Sejarah
Perkembangan Internet di Indonesia
RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby
Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan
beberapa nama-nama pengembang internet di awal pembangunan Internet Indonesia
di tahun 1992 sampai 1994. Masing-masing tokoh tersebut telah mengkontribusikan
keahlian dan dedikasinya dalam membangun jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan
jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak
seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio”
di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di
Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Inspirasi
tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio
khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat
Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan
komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB
seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono
Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir
seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band
40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia
khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke
arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh
rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet
di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari
AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain
AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh
Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang
untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list
ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.
Di
tahun 1986-1987 yang adalah awal perkembangan jaringan paket radio di
Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir
Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang
merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak
“server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan
lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu
berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di
Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT
dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan
dengan lancar melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto berhasil membangun
gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR
milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat
antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang
melalui jaringan radio amatir ini.
1. RMS Ibrahim merupakan orang yang pernama mengoprasikan Internet di
UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet
dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET.
Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan
untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang
pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal
sebagai IDNIC.
2. Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari
Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam
kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer
menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut
dikenal sebagai Jasipakta dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di
operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad
Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway
Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.
3. Firman Siregar merupakan salah seorang pengalang di BPPT yang
mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun
1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi
DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di
tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih
menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait
pada gateway di DLR Jerman.
4. Putu melakukan perkembangan PUSDATA
DEPRIN yang menjalankan BBS
pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa
dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta.
5. Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan
tersebut digunakan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di
dukung oleh Adi
Indrayanto untuk
mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat &
bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI,
BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke
jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik
daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC)
merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
6. Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian
berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI
Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara
cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun
peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia
Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth
1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX
sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian
terpenting (Sari, 2012)
Indonesia masih ketinggalan jauh dibandung dengan
negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong.
Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru
berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih
5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan
negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya
seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari
jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan
jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong
yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga
(Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari
satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan
tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun
(Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan
jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf
pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).
Peningkatan
jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar
internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan,
namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di
alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat
perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan
jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran
pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran.
Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding
lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun
2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat
tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.
Perkembangan
tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa
layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001
ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang
dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global
terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan
seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin
meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah
para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (Prayitno, 2010).
Akses Internet
Secara umum akses internet publik
terbagi menjadi tiga:
- Tele center, contohnya akses internet di perpustakaan.
- Warnet, berbayar tergantung lama penggunaan internet.
- Information access point, adalah terminal untuk mengakses internet, untuk penggunaan waktu yang singkat. Biasa tersedia di mall, bandara dan berbagai tempat publik.
Faktor
ekonomi merupakan indikator utama dalam perkembangan Internet. Diketahui bahwa
perkembangan masyarakat memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan
Internet. Perbedaan perkembangan internet pada 3 kawasan secara
ekonomi, kemungkinan besar rendahnya pendidikan, perkembangan masyarakat, dan
faktor infrastruktur.
Layanan
dalam internet
Dunia Perbangkan:
- ATM Bersama secara online
- Transaksi keuangan lewat internet
- Meminjam uang lewat kredit
- Bayar listrik
Dunia pendidikan:
- Pembelajaran secara online.
- Mencari bahan materi secara mandiri melalui online.
- Mengetahui perkembangan dunia dengan mudah.
- Mengembangkan kreativitas diri.
- Memperlihatkan karya hasil belajar kepada masyarakat bebas. Kita bisa mempublikasikan karya seperti puisi melalui sarana internet blog.
Ekonomi:
- Meningkatkan penghasilah perusahaan karena bisa bertransaksi lewat internet.
- Lebih leluasa dalam mempublikasikan produk baru.
- Menghemat biaya karena internet biasanya gratis.
Dampak positif
perkembangan internat bagi masyarakat indonesia
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi
internet yang paling banyak digunakan setiap pengguna internet dapat
berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna
internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan
murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data,
perkembangan internet yang pesat, menjadikan internet sebagai salah satu sumber
informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada
di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa
digunakan sebagai sumber informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan
lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan
berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat
penawaran/penjualan.
Dampak negati
perkembangan Internet Bagi Masyarakat di Indonesia
1.
Pornografi yang mudah dan cepat menyabar dengan kemampuan penyampaian
informasi yang dimiliki internet. Untuk
mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka
dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.
2.
Violence and Gore.
Kekejaman dan kesadisan juga banyak
ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas,
maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’
situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari
serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau
mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4.
Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan
Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para
penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini.
Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi
(yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan.
Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk
kepentingan kejahatan mereka.
5.
Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para
penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda
hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak
agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya(Nirmalasari, 2012).
Daftar Rujukan
Andi Dwi
Nirmalasari. 2012. Tugas makalah Sejarah perkembangan internet beserta
dampaknya (Online), (http://maladwigones.blogspot .com/2012/ 10/tugas-makalah-sejarah-perkembangan.html)
diakses 17 Januari 2014.
Azimah. 2012. Makalah
Perkembangan Internet di Indonesia. (Online), (http://azimahnn.wordpress.com/makalah-perkembangan-internet-di-indonesia/). Diakses 17 Januari 2014.
Kangfadlan.
2013. Makalah Perkembangan dan Kemajuan. (Online), (http://kangfadlan.blogspot.com/2013/04/makalah-perkembangan-dan-kemajuan_18.html) diakses
pada 17 Februari 2014.
Prayitno. 2010. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. (Online). (http://www.goechi.com/newsletter.html).
diakses 18 Januari 2014.
Rafi,
Muhammad. 2008. Cara Cepat membuat Website. Surabaya: Intek
ImplementasiAutomasi Perpustakaan di Sekolah
ImplementasiAutomasi Perpustakaan di Sekolah
Latar
belakang
Perpustakaan sekolah
adalah jantung dari sekolah maka dari itu agar lembaga pendidikan ini berjalan
dengan baik pengolahan perpustakaan sekolah perlu diperhatikan, karena dengan
pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat menata aspek di perpustakaan mulai dari
pengklasifikasian sampai dengan pelaporan
agar lebih sistematis dan efektif.
Seiring
berjalanya waktu bahan pustaka semakin banyak dan semakin rumit pengelolahanya.
Pengelolahan perpustakaan secara manual bayak menghabiskan waktu dan tenaga
terutama bagi pustakawan, waktu dan tenga mereka habis dengan pekerjaan
rutinya, akibatnya banyak pekrjaan lain yang tidak dilakukan oleh pustakawan
dan banyak pengeluaran bagi perpustakaan manual misaalnya biaya untuk tinta,
kertas,dan pegawai.
Artikel
ini disusun agar dapat memberi solusi masalah yang dihadapi dalam pegelolahan
perpustakaan sekolah secara maual dengan cara automasi perpustakaan sekolah.
Artikel ini akan membahas tentang pengertian automasi perpustakaan sekolah,
tujuan dan manfaat, infrastruktur perpustakaan, Sumber daya manusia yang
menangani automasi.
Automasi
Perpustakaan
Automasi perpustakaan atau library Automation Siystem adalah software perpustakaan
yang merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik
pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem automasi perpustakaan yang baik
adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka,
pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem
sirkulasi, keanggotaan, pengaturan hak akses keanggotaan, pengaturan denda
keterlambatan pengembalian, sistem booking,
dan sistem reporting aktifitas
perpustakaan dengan berbagai parameter pilihan yang dilengkapi dengan barcoding, dan mekanisme pengaksesan
data berbasis web dan internet. yang
beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengautomasikan kegiatan
perpustakaan. Software yang digunakan untuk automasi perpustakaan biasanya menggunakan model “relational
database”(Harmawan, 2008).
Sistem automasi
perpustakaan memisahkan fungsi software kedalam program tersendiri disebut
modul. Modul automasi perpustakaan terdiri dari modul pengadaan, katalogisasi,
sirkulasi, serial, dan Online Public Access Katalog (OPAC). Sistem Automasi
Perpustakaan di Indonesia pada umumnya mempunyai tiga modul yaitu katalogisasi,
sirkulasi, dan OPAC. Modul – modul tersebut merupakan sistem yang sudah
terintegrasi, sehingga istilah sistem automasi perpustakaan sering disebut
dengan sistem perpustakaan terintegrasi (Harmawan, 2008).
Automasi yang baik untuk perpustakan sekolah yang
baik adalah automasi yang sesuai dengan visi misi dari sekolah tersebut.
Automasi sekolah biasanya mengunakan perangkat lunak gratis atau opensource
Perangkat lunak ini bisa didapatkan dari internet karena didistribusikan secara
gratis kepada kalangan perpustakaan. Sehigga anggaran perpustakaan dapat
ditekan namun biasanya program ini hanya berkapasitas kecil dan mempunyai
banyak kekuarangan dibandingkan yang bersifat komersial. Automasi sebaiknya
memudahkan pengguna dalam melakukan pengaksesan dan sesuai dengan keinginan,
misalnya untuk perpustakaan sekolah dasar proses temu kembalinya lebih
sederhana dari pada automasi di perguruan tinggi, banyak gambar dan bahasa yang
mudah mengerti membuat anak senang dan tidak canggung akan peggunaan automasi
di perpustakaan.
II
Tujuan dan Manfaat
Tujuan Automasi Perpustakaan Sekolah.
a.
Memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, dengan automasi
perpustakaan kegiatan menjadi saling berksiambungan antar komputer sehinga
memudahkan dalam temu kembali informasi.
b. Memudahkan
kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan dalam satu data base misalnya
operator administrasi bekerja sama dengan operator penadaan dan pegolaha tampa
harus saling menunggu dan pengawasan lebih tinggi karena automasi perpustakaan
merekam seluruh kegiatanyang ada automasi.
c.
Membantu menghindari
duplikasi kegiatan di perpustakaan, dengan cara ini data yang sudah di entri
dapat secara otomatis ditemukan kembali sehigga tidak perlu bolak bailik di
entri.
d. Memperluas jasa
perpustakaan. Dengan kemudahan yang diberikan oleh automasi perpustakaan
pustakawan sekolah dapat mempunyai waktu luang yang lebih dan dapat melaukan
kegiatan lain misalnya melakukan acara story telling, mengajarkan peserta didik
dalam meggunakan dan merawat bahan pustaka.
e.
Memberi peluang untuk
memasarkan jasa perpustakaan lewat automasi perpustakaan misalnya pemasaran
bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi, kegiatan yang bisa di pstig di dalam
program automasi dll.
f.
Meningkatkan efisiensi, dengan automasi perpustakaan sekolah
beberapa pekerjaan yang dapat memakan waktu yang lama dapat di minimalisan
dengan proses pengautomasi dan penympanan data yang teratur.
Manfaat Automasi Perpustakaan
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan
memberikan manfaat sebagai berikut:
a.
Memudahkan dalam pembuatan katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan automasi harus membuat kartu katalog agar pengguna dapat
menemukan bahan pustaka yang diketahui berdasarkan pengarang, judul dan
menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan. Penggunaan automasi sekolah akan
memudahakan proses pembuatan katalog, penyajian buku bagi pemustaka akan lebih cepat dan efisien.
b. Memudahkan dalam layanan
sirkulasi
Perpustakaan
yang belum menggunakan automasi dalam proses layanan peminjaman dilakukan dengan menggunakan kartu. Pekerjaan
yang harus dilakukan diawali dengan petugas meminta kartu pemustaka, mengambil
kartu pinjam, menulis nomer buku di kartu pinjam, mencabut kartu buku dan
diakhiri dengan mem “file” kartu. Pekerjaan tersebut memakan waktu yang cukup
lama dan cukup rumit. Dengan komputer pekerjaan peminjaman, pengembalian, dan
peminjaman buku dapat dilakukan dengan
cepat dan mudah dengan menyorot “barcode” kartu kemudian menyorot “barcode”
buku kemudian secara automasi akan terjadi transaksi selanjutnya memberikan cap
tanggal atau struk bukti. Bagi perpustakaan yang sudah maju pengguna dapat melakukan transaksi secara mandiri yang
dinamakan dengan “self service” seperti penerapan ATM dalam layanan Bank.
c.
Memudahkan dalam penelusuran melalui katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan program automasi katalog manual, pengguna dapat akses
melalui tiga pendekatan yaitu judul, pengarang, dan subjek. Automasi
perpustakaan akan memudahkan pengguna dalam menelusur informasi, khususnya
katalog melalui OPAC (Online Public
Access catalog). Pengguna dapat menelusuri suatu judul buku secara
bersamaan dan mereka dapat menelusuri buku dari berbagai pendekatan. Misalnya
melalui judul, kata kunci judul, pengarang, kata kunci pengarang, subjek, kata
kunci subyek dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.
d. Menghemat waktu.
Dengan menggunakan automasi
pekerjaan pustakawan lebih cepat karena pengguna dapat melayani sendri dalam
proses peminjaman, dan pengemblian, Perpanjangan, dan pencarian bahan pustaka.
Putakawan dapat melakukan pekerjaan lain misalnya pengideksan.
e.
Meningkatkan layanan. Dengan menggunakan automasi perpustakaan
layanan diperpustakaan lebih mudah digunakan dan pustakawan dapat melakukan
kegiatan lain untuk meningkatkan layanan.
f.
Memudahkan dalam pembuatan laporan statistik. Laporan dapat dibuat
dengan data-data yang sudah ada dengan menggunkan proses automasi secara
otomatis yang dapat dijadikan statistik.
g. Menghemat biaya. Dengan
menggunakan proses automasi dapat menghemat biaya misalnya biaya kertas dan
biaya tenaga kerja dapat digantikan dengan tenaga komputer.
h. Kepentingan akreditasi.
Dalam akreditasi sekolah perlu penilaian kualitas perpustakaan maka dari itu
perpustakaan perlu tindakan automasi(Hermawan, 2008).
i.
Dapat menjamin pengelolaan
data administrasi perpustakaan.
Dengan adanya automasi
perpustakaan maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan.
Salain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk
ditelusur kembali.
Infrastruktur
Automasi Perpustakaan
Insfrastruktur
automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi untuk memudahkan perpustakaan
dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi meliputi perangkat automasi, data, basis data, pengguna,
manajemen sistem automasi,standar basis data katalog, manual dan jaringan komputer
Infrstruktur automasi perpustakaan
yaitu:
1.
Basis data adalah repretasi kumpulan
fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tampa
pengulangan. (redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Data perlu disimpan dalam basis data utuk keperluan penyediaaan informasi lebih
lanjut. Data dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguana untuk efesiensi waktu menyimpanya (Febrian, 2002:130) Sistem informasi
menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi,
dan mengeluarkan hasilnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data
yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu
ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model
sistem informasi; dengan begitu, kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data
baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya
2.
Data
Data yang dibutuhkan dalam proses automasi perpustakaan sekolah misalnya identitas pengguna berupa kelompok staf, tenaga pengajar, dan peserta didik. identitas bahan pustaka, dan data kegiatan automasi perpustakaan. Agar data dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu proses pengolahan yang memerlukan prosedur, alat-alat, dan waktu. Prosedur pengolahan data melalui faset-faset pengumpulan, pemasukan, perhitungan-perhitungan sampai pada pembuatan laporan/ informasi yang diinginkan. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan komputer, maka data mudah dikomunikasikan dengan cepat dari satu komputer kekomputer lain seluruh dunia, komunikasi data ini sekarang telah menjadi suatu kegiatan dan kehidupan masarakat informasi yang dapat dilakukan setiap saat(Lasa, 2009;116).
Data yang dibutuhkan dalam proses automasi perpustakaan sekolah misalnya identitas pengguna berupa kelompok staf, tenaga pengajar, dan peserta didik. identitas bahan pustaka, dan data kegiatan automasi perpustakaan. Agar data dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu proses pengolahan yang memerlukan prosedur, alat-alat, dan waktu. Prosedur pengolahan data melalui faset-faset pengumpulan, pemasukan, perhitungan-perhitungan sampai pada pembuatan laporan/ informasi yang diinginkan. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan komputer, maka data mudah dikomunikasikan dengan cepat dari satu komputer kekomputer lain seluruh dunia, komunikasi data ini sekarang telah menjadi suatu kegiatan dan kehidupan masarakat informasi yang dapat dilakukan setiap saat(Lasa, 2009;116).
3.
Pengguna automasi yaitu pustakawan,
teknisi, dan anggota perpustakaan. Sebuah sistem automasi tidak terlepas dari
pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai
pengelola sistem. Tugas pustakawan adalah melayanai pengguna dan mengatur
perpustakaan misalnya mengadakan kerja sama atua mengadakan kegiatan- kegiatan
di perpustakaan, Pada sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa
tingkatan.operator atau tenaga teknisi tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu
: Supervisor, Operator Administrasi,
Operator Pengadaan dan Pengolahan, Operator Sirkulasi, Pemustaka adalah orang yang membutuhkan
perpustakaan automasi perpustakan harus memenuhi kebutuhan dari penggunanya
agar tujuan perpustakaan tercapai.
4.
Perangkat automasi perpustakaan adalah
perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses automasi
yaitu perangkat keras dan perangkat lunak.
a.
Perangkat keras adalah sebuah alat yang
dapat menerima dan mengolah data menjai informasi. untuk automasi perangkat
yang dibutuhkan yaitu sebuah komputer
dan alat bantunya seperti Printer, Barcode, Scanner, dll Sebuah komputer sudah
cukup untuk digunakan didalam memulai
proses automasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil. Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti
diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada
pengguna menjadi lancar.
b.
Perangkat Lunak (Software) .
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses. Ada 3 (tiga) cara untuk memperoleh perangkat lunak ini, antara lain :
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses. Ada 3 (tiga) cara untuk memperoleh perangkat lunak ini, antara lain :
1)
Membangun sendiri dengan bantuan seorang developer perangkat lunak. Jika
instansi Anda mempunyai tenaga programer maka langkah pertama ini bisa
dilakukan karena dapat menghemat biaya membeli perangkat lunak automasi.
2)
Menggunakan perangkat lunak gratis atau opensource,. Perangkat lunak terdapat dari
internet karena didistribusikan secara gratis kepada kalangan perpustakaan.
Walaupun gratis perangkat lunak ini masih banyak kekurangan dan masih harus
dimodifikasi lebih lanjut agar memenuhi kebutuhan di tempat kerja.
3)
Membeli perangkat lunak komersial beserta training dan supportnya yang dibangun
oleh pihak ketiga. Perangkat lunak komersial, merupakan hasil riset
pengembangnya dan mudah untuk diimplementasikan karena hanya perlu dilakukan
perubahan fitur sedikit atau tidak sama sekali. Training dan Support selama
beberapa periode waktu juga akan diberikan oleh vendor secara penuh sehingga
pengguna dapat langsung menggunakan tanpa harus bersusah payah lagi. Pilihan
ini dapat dipilih jika terdapat dana untuk membeli perangkat lunak.
Suatu software
dikembangkan melalui suatu pengamatan dari suatu
sistem kerja yang berjalan, untuk menilai
suatu software tentu saja banyak kriteria yang harus diperhatikan (kosasih,
2014).
a.
Manual sebagai penjelasan cara memasang,
menyesuaikan, menjalankan suatu perangkat keras atau perangkat lunak di dalam automasi
perpustakaan.
b.
Jaringan komputer automasi perpustakaan
sekolah dapat melalui internet atau intarnet hal ini di sesuaikan dengan kebutuhan
dan kekuatan dari sekolah tersebut. Semakin laus jaringannya semakin mudah
pengaksesanya namun biayanya semakin tinggi.
c.
Manajemen Sistem Informasi
Penerapan
sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Visensia, 2009).
C.
Standar Basis Data Katalog
Banyaknya perbedaan katalog yang terdapat diberbagai sekolah akibat dari
banyaknya pertukaran bahan puataka yang pegolahan setiap sekolah berbeda.
Kerjasama
dapat dilakukan jika masing-masing perpustakaan itu memiliki kesamaan dalam
format penulisan data katalog data.
Persoalan yang sering dihadapi dalam kerjasama tukar-menukar atau
penggabungan data adalah banyaknya data yang ditulis dengan suka-suka yaitu
tidak memperhatikan standar yang ada. Pekerjaan konversi data merupakan hal
yang membosankan dan memakan banyak waktu. Sering data katalog dalam
perpustakaan tidak menggunakan standar, hal ini banyak terjadi karena kurangnya
pemahaman akan manfaat standar penulisan data. Pertemuan-pertemuan mungkin
perlu sering diadakan diantara anggota-anggota jaringan perpustakaan untuk
menentukan standar-standar dan prosedur-prosedur yang digunakan bersama. Persoalan
lain dalam standardisasi format penulisan data katalog adalah bahasa. Kebanyakan
perpustakaan mengkoleksi materi yang menggunakan bahasa pengantar
berbeda-beda(Kosasih, 2009).
Sumber Daya
Manusia
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan
harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi
perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai
dengan kebutuhan perpustakaan sekolah.
Hal-hal
yang perlu diketahui oleh pustakawan dalam melakukan automasi perpustakaan:
1. Pustakawan dapat memehami ruang lingkup dan unsur
dari automasi perpustakaan.
2. Pustakawan dapat memahami dan dapat
mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang menyeluruh sebelum
merencanakan desain sistem.
3. Pustakawan mengerti dan dapat mengapresiasi
manfaat analisis sistem dan desain, implementasi evaluasi dan maintenance.
4. Pustakawan mengerti proses evaluasi software
sejalan dengan proposal sebelum menentukan sebuah sistem automasi.
5. Pustakawan dapat mengapresiasi pentingnya
pelatihan untuk staf dan keterlibatan mereka (Subrata, 2009).
Sistem
automasi selalu terhubung dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang
atau beberapa operator sebagai pengelola sistem.
Kireteria
operator automasi perpustakaan sekolah yaitu:
a.
Operator dapat menguasai komputer dan
jaringan computer sehingga dapat membuat jaringan yang sesuai kebutuhan
perpustakaan sekolah dengan dana yang tersedia.
b. Operator
dapat menguasai aplikasi yang diterapkan di perustkaan sekolah terutama bagian
yang dia kerjakan.
c. Menguasai
operating system sehingga dapat membuat dan mengubah sistem sistem bila ada
perubahan kebutuhan.
d. Operator
mempunyai pengetahuan perpustakaan secara keseluruhan terutama dalam bidang
teknologi informasi.
e. Operator
memahami tatakerja/manajemen perpustakaan yang ada dalam perpustakaan..sekolah.
f. Operator
mempunyai komitmen terhadap tugas sehingga dalam pekerjaanya mempunyai etos
kerja yang tinggi dan tujuan yang jelas.
g. Operator
mampu bekerja sama dengan organisasi atau perorangan sehingga pekerjaanya lebih
fleksibel dan mudah ditempatkan dimana saja.
h. Operator
mempunyai wawasan yang luas tertama dalam lingkup subjek bahan pustaka yang
dihadapi dan teknologi informasi.
i. Operator
selalu bersedia mengembangakan ilmu dan ketrampilannya baik formal maupu informal.
Tingkatan
Operator
Pada sistem automasi
perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung
jawabnya, yaitu :
1.
Supervisor.
Supervisor yaitu operator dengan
wewenang tertinggi. Supervisor dapat mengakses dan mengatur beberapa
konfigurasi dari sistem dan dapat melakukan proses auditing, Mengubah sistem automasi, menentukan wewenang
user.
2.
Operator
Administrasi mengatur proses:
a.
pendaftaran
anggota berupa identitas anggota, id anggota, masa berlaku, institusi, tipe
keanggtaan, dan waktu pendaftaran
b.
pelaporan
berupa daftar anggota, pelaporan pengadaan dan lain-lain
c.
Beberapa proses yang digunakan untuk urusan
administrasi misalnya pembuatan kartu, ekspor dan impor data
3.
Operator
Pengadaan dan Pengolahan yaitu mengatur proses
a. Proses pemasukan data berupa
identitas buku, klasifikaasi, nomor registrasi, dan pengaturan bahan pustaka
lainnya.
b. Proses finishing misalnya cetak
barcode, nomor register, pencetakan katalog, penampilan opac, lidah buku dan
label punggung.
4.
Operator
Sirkulasi
Operator ini berfungsi untuk
melayani pengguna yang melakukan peminjaman, pengembalian, memperpanjang bahan
pustaka, sejarah peminjaman, dan preservasi.
5.
Operator..Referensi
Operator referens melayani pengguna dengan mencarikan bahan referensi, melayani korespondensi via email, via forum di newsgroup, bimbingan pengguna, dll (Kosasih, 2009).
Operator referens melayani pengguna dengan mencarikan bahan referensi, melayani korespondensi via email, via forum di newsgroup, bimbingan pengguna, dll (Kosasih, 2009).
Kesimpulan
Automasi perpustakaan adalah software perpustakaan yang
merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik mengelola perpustakaan, Automasi yang baik untuk
perpustakan sekolah yaitu sesuai dengan visi misi dari sekolah, memudahkan
masyarakat sekolah dalam mencari informasi, sistemnya saling terintegarasi.
Tujuan automasi perpustakaan memudahkan
integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, memudahkan kerjasama dan pembentukan
jaringan perpustakaan, membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan,
memperluas jasa perpustakaan, memberi peluang untuk memasarkan jasa dan,
meningkatkan efisiensi
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan
TI akan memberikan manfaat yaitu memudahkan dalam pembuatan katalog, mudahkan
dalam layanan sirkulasi,memudahkan dalam penelusuran melalui katalog, menghemat
waktu, meningkatkan layanan perpustakaan. memudahkan dalam pembuatan laporan
statistik, menghemat biaya, kepentingan akreditasi, dapat menjamin pengelolaan
data administrasi perpustakaan.
Insfrastruktur automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi
untuk memudahkan perpustakaan dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi
meliputi perangkat automasi,
data, basis data, pengguna, manajemen sistem automasi,standar basis data
katalog, manual dan jaringan komputer
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan
harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi
perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai
dengan kebutuhan perpustakaan sekolah. Tingkatan Operator. Pada sistem automasi
perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung
jawabnya, yaitu supervisor, operator administrasi mengatur proses, operator
pengadaan dan pengolahan yaitu mengatur proses, operator sirkulasi, operator..referensi.
Daftar Rujukan
Febrian, F. 2002. Kamus Komputer dan Istilah Teknologi
Informasi. Bandung: Informatika Bandung.
Harmawan. 2008. Sistem Otoasi Perpustakaan, (file:///E:/semester%20II/2PTKI/UPT%20Perpustakaan%20Universitas
%20Sebelas%20Maret.htm),
diakses pada 16 September 2014.
Kosasih. 2009. Otomasi Perpustakaan Sekolah : sebuah pengenalan, (Online), dalam universitas Negeri Malang.(http://library.um.ac.id/images/
stories/pustakawan/karsasih/Otomasi%20Perpustakaan%2 0Sekolah.pdf),
diakses 16 September 2014
Lasa HS. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia.
Yogyakarta: Pustaka book publisher.
Subrata, Gatot.
2009. Automasi Perpustakaan, (Online), dalam Universitas Negeri Malang (http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/
kargto/ Automasi%20Perpustakaan.pdf) diakses 16 September 2014.
Vinsensia. 2009. Pengertian OtomasiPerpustakaan dan Komponen
Otomasi Perpustakaan, (http://vinsensiaretno.blogspot.com/2009/06/pengertian-otomasi-perpustakaan-dan.html), diakses pada 16 September 2014.
A.
Identitas
Pusat Sumber Belajar
Nama :
Taman Baca Amin
Jenis :
Taman Baca
Kepemilikan : Jatim Park Group
Alamat: Jalan Sultan
Agung Kota Batu
Jam palayanan: Taman
baca pukul 14.00-21.00
Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar belakang
pendidikan Petugas Perpustakaan :
S1 Sastra Inggis, S1
Akutansi, SMA
1.
Sejarah
Taman
baca amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti Amin untuk
doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu
mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi jatim park grup
setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. ‘AMIN’ adalah
fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman bacaan yang terletak di pintu
masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut
dirancang oleh konsultan arsitektur bernama dpavilion, dan terdiri atas tiga
lantai. Nama Contertainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan
dominasi susunan container bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa
taman bacaan. Penggunaan container bekas sebagai arsitektural pada fasilitas
ini memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk
fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan di era industrialisasi, yang
disimbolkan oleh container sebagai sarana untuk distribusi hasil container.
Perancangan ini mengambil tema penyelarasan konsep interior terhadap konsep
eksterior. Susunan container yang berfungsi sebagai taman bacaan pada fasilitas
ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda di setiap container
untuk menunjukkan identitas tiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu
menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan
fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan
memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung
ini terdiri dari 21 gerbong truk container tepatnya 4 ruangan 6 container merah ruangan, 4 container kuning
ruangan, 8 container biru ruangan dan 3 container hijau ruangan. Gedung ini
terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua
berisi ruangan lobi, ruangan santai, ruangan anak dan sirkulasi, lantai tiga
terdiri dari ruang baca, dan ruang
diskusi. Perpus Amin ini berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh
Walikota Batu Eddy Rumpoko, pada 30 November 2008. Terdapat prasasti
peresmiannya di lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua
ruang dokter gigi dan satu ruang dokter umum.
2.
Visi
dan Misi
1. Meningkatkan
minat baca masyarakat batu dan sekitarnya.
2. Sebagai
tempat yang nyaman untuk belajar.
B.
Deskripsi
Fisik
1. Lokasi
Taman baca Amin berada
di tempat yang strategis dimana tempat tersebut jalur berbagai transportasi
umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya jatim park dan museum
angkut, pusat kota yaitu jalan Sultan Agung Batu Jawa timur.
2. Fasilitas
Taman Baca Amin mempunyai fasilitas yang
cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak, para siswa sampai orang
dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi), tempat lesehan, free wifi, musik,
ruangan anak-anak, dan toilet, kantin. Beberapa fasilitaas gratis tersebut
terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum dan gigi, taman
baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Untuk bacaan anak terdapat pada lantai
kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita,serta
bacaan umum dan dewasa.
3. Koleksi
Koleksi taman baca amin
mencangkup subjek umum berupa buku yaitu: cerita anak, keterampilan, resep,
pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah, koran,
bahan pustaka refrensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan
koleksi taman baca amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi
bahan pustaka ± 10000 eksemplar yang terdiri dari bahan cetak.Dalam taman baca
ini terdapat beberapa container yang didalamnya terdapat jenis koleksi yang
berbeda:
Ø Kontainer
biru:
Terdapat
koleksi antara lain tentang pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop,
manajemen, politik, psikologi, manusia, agama, kebudayaan, teknologi
lingkungan.
Ø Kontainer
kuning:
Terdapat
koleksi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku penunjang gizi
balita.
Ø Kontainer
merah:
Terdapat
koleksi kamus, computer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu social,
bahasa, sejarah, kesusastraan,.
Ø Ruang
baca anak:
Terdapat
koleksi anak-anak, buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik dan
kegiatan menggambar, story telling.
4. Perabot
Perabot taman baca amin
yaitu kursi,sofa, meja, rak buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin,
charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV, spiker, dan telepon. Kualitas perbotnya cukup
baik dan nyaman. Adapun perabot dan peralatan yang digunakan untuk pelayanan
sebagai berikut:
Loby:
· Meja
petugas
· CCTV
· Loker
· Presensi
· Kantin
Kontainer biru:
· Kursi
6
· Sofa
1 seat
· Meja
2
· CCTV
2
· Pengharum
ruangan 2
· AC
4
· Telepon
1
· Stop
contac 4
· Wifi
· Speaker
1
· Rak
buku 8
· Papan
tulis kecil 1
Kontainer kuning:
· AC
1
· Papan
tulis 1
· Pengharum
ruangan 1
· Speaker
1
· Kursi
dan meja 1 seat
· Sofa
1 seat
· Rak
5
· CCTV
1
Kontainer merah:
· Papan
tulis 1
· Rak
5
· Sofa
1 seat
· Meja
panjang 1
· Kursi
6
· CCTV
1
· Stop
contac 2
· AC
1
· Speaker
1
Ruang baca anak:
· Toilet
· Speaker
2
· CCTV
1
· AC
1
· Pengharum
ruangan 1
· Kursi
12
· Meja
panjang 2
· Wifi
· Sofa
1 seat
· Rak
kecil 20
· Rak
sedang 5
C. Deskripsi Aktifitas
Taman
baca amin tidak menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat,
para siswa sering melakukan diskusi terutama sekolah disekitar taman baca,
salah satunnya SMPN 1 Batu karena bahan pustakanya yang sesuai dengan kebutuhan
mereka, free wifi, dan tempat yang nyaman untuk diskusi.
Kegiatan
yang dilakukan yaitu lomba mewarnaidan menggambar mulai dari TK sampai SD,
strory telling, seminar di hari tertentu misalnya tema memperingati hari bumi,
hari HIV AIDS, keterampilan untuk pengguna misanya merajut, bakti social,bimbingan
pelajaran bagi siswa terutama ketika akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan
oleh para relawan. Kegiatan ini biasnya dilakukan pada hari jum’at dan minggu
sesuai dengan agenda perpustakaan dan para relawan. Pendidikan pemakai
perpustakaan dilakukan ketika ada rombongan dari sekolah-sekolah. Kerjasama
dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan,
pendidikan, dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini dipromosikan di media
brosur yang dibagikan kepada sasaran misalnya di sekolah dasar untuk lomba
menggambar.Kegiatan ini dilakukan secara geratis dengan cara para relawan mengajukan
permohonan kepada taman baca amin dan taman baca amin menyediakan tempat dan
fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
Pengunjung taman baca terdiri dari semua umur, mulai dari umur tiga tahun sampai lansia
namun yang paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah,
kebanyakan pemustaka berkunjung karena mengisi waktu luang. Rata-rata
pengunjung ± 30 orang perhari, pengunjung relatif stabil dan bagi kalangan
pendidikan biasnya turun ke angkatan berikutnya, namun akan lebih banyak jika
ada kegiatan lain, misalnya kunjungan siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.
1. Pegolahan
Bahan Pustaka
Pengadaan taman baca
Amin mendapatkan biaya 10-30 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark group
dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi
dan finising berupa labeling, penyampuln, dan cap dari lebaga.
Kelasifikasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama.penyeleksian
untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian
disumangkan ke tempat laian. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah
rusak dan tidak layak digunakan.
3. Harapan
Petugas perpustakaan
·
Meningkatnya minat baca masyarakat.
·
Taman baca bukan hanya sebagai tempat
membaca saja namun sebagai wahana membagikan ilmu.
·
Dengan adanya taman baca lebih banyak
lagi lembaga yang terinspirasi untuk melakukan pendidikan geratis.
·
Taman banyak perpustakaan Amin
peminatnya lebih banyak lagi dengan membuat tempat yang penuh dengan fantasi.
4. Hasil
Wawancara
Pertanyaan
· Siapa
nama anda?
· Apa
pekerjaan/pendidikan yang anda enyang sekarang?
· Bagimana
pendapat anda tentang taman baca amin?
· Kapan
saja dan pada saat bagimana anda ke taman baca amin?
· Fasilitas
apa yang anda gunakan?
· Apa
harapan anda untuk Taman baca perpustakaan?
Jawaban
Wawancara
1
· RindaMahasiswa
UB
· Pendapat
saya taman baca amin cukup bagus dan unik.
· Saya
sering menghabiskan waktu luang dan tugas saya di taman baca ini.
· Saya
biasanya membaca novel dan bahan referens tugas.
· Harapan
saya koleksinya ditambah.
Wawancara
2
· Siswa-siswa
SMA 1 Batu
· Pendapat
kami taman baca ini cukup bagus, dan nyaman namun tidak boleh membawa makanan.
· Kegiatan
kami mengerjakan tugas bersama terutama tugas kelompok, ini adalah tempat yang
cocok untuk kegiatan belajar karena beberapa teman rumahnya jauh.
· Fasilitas
yang digunakan kami yaitu free wifi, buku bacaan, dan stop kontak.
· Harapan
kami bukunya lebih uptodate, lebih banyak, dan boleh makan di taman baca.
Wawancara
3
· UmiIbu
rumah tangga
· Biasnya
umi menunggu suami pulang kerja diisi dengan mengggur dan melamun sekarang
kebiasaanya membaca, sehingga waktu saya dihabiskan denganhal yang lebih
bermanfaat.
· Biasanya
umi membaca buku anak-anak, majalah, dan buku resep.
· Pendapat
umi taman bacanya bagus, sarana yang baik bagi anak-anak yang ingin belajar,
mengasah keterampilan, dan sebagai bahan referensi masyarakat.
· Harapanya
bukunya ditambah, kegiatanya di tinggkatkan, dan penataanya lebih rapih lagi.
D.
Keunggulan
1.
Taman baca amin memiliki banyak kegitan di
bidang pendidikan.
2.
Keterbukaan taman baca amin menyediakan
faasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti social kepada masyarakat.
3.
Sumber pusat belajar ini letaknya
strategis dan dekat dengan area pendidikan.
4.
Jam buka pada malam hari cocok untuk masyarakat
setelah sekolah dan bekerja.
5.
Taman baca yang unik banyak menarik
perhatian bagi masyarakat.
6.
Free wifi, pengunjung dapat menggunakan
fasilitas internet gratis.
7.
Stop contac tersedia
disetiap kontainer.
8.
Jumlah tempat duduk
memadai, sofa, kursi terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
9.
Lantai ditiap kontainer
tertutup karpet. Pengunjung harus melepas sepatu/sandal,
Sehingga kebersihan terjamin.
10.
Penerangan ditiap
kontainer bagus. Jadi, pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung
ataupun malam hari
11. Perpus Amin tidak hanya menyajikan bacaan lengkap, tapi juga
menawarkan pemandangan yang indah.
E.
Kelemahan
1.
Pengklasifikasianya hanya 100 divisi
utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
2.
Penataan bahan pustaka kurang rapi dan
letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
3.
Tidak adanya agenda rutin dalam
melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling.
4.
Bahan pustaknya kurang uptodate.
5.
Promosi kegiatan taman baca hanya
dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
6.
Pencarian buku manual belum adanya OPAC.
F.
Rekomondasi
Taman
baca amin merupakan wahana pendidikan
yang unik selain dari desain perpustakaan dari container bekas, taman baca ini
mempunyai banyak kegiatan bakti social, petugas proaktif dalam memajukan taman
baca dengan cara mencari para relawan untuk berpartisipasi di taman baca,
belajar keterampilan untuk mengadakan suatu kegiatan, dan petugas sebaiknya belajar
dalam melakuan penataan bahan pustaka dengan baik,terbuka dengan saran dan
kritik.
Saran
kami Taman baca sebaiknya mempunyai komunitas sehinga mereka dapat berbagi ilmu
satu dengan yang lain dan saling bertukar bahan pustaka maupun ide. Promosi
taman baca misalnya kegiatan dan bahan pustaka baru. lebih sering galangkan
dapat berupa web, poster, brosur dan lain-lain terdaptnya kegiatan rutin
sehingga pengguna akan tertarik melakukan kegiatan diasana dan membiasakan
masyarakat untuk berkunjung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar