PROFIL

  • HOME

Jumat, 17 Januari 2014

Perkembangan Internet di Indonesia



Nama  : Woro Abidah
NIM    : 120213314478
Dosen  : Bu Rini widiastuti, S.Pd


 Pengertian Internet
 Internet  merupakan singkatan kata dari interconnection-networking, bila dijabarkan secara sistem global maka internet merupakan jaringan komputer diseluruh dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) sehingga antara komputer dapat saling mengakses informasi dan bertukar data. Internet mencangkup segala sesuatu secara luas baik itu dalam bidang komputerisasi maupun telekomunikasi. Secara fisik dianalokan seagai jaringan laba-laba (The web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan (Rafi, Muhammad, 2008:1).
Fungsi dan Manfaat internet adalah sebagai media komunikasi, akses informasi, berbagi sumber
daya atau data, internet bisa menyiarkan dan mengakses secara langsung  sebuah informasi dan bertukar data dengan akses internet online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunanya.
Internet bisa membuat  komputer sebagai sarana komunikasi dan juga bisa bertukar data secara langsung setelah komputer terhubung pada jaringan internet menggunakan TCP/IP.
Kegunaan internet dari semakin dibutuhkan oleh lapisan masyarakat dan badan usaha untuk berbagai kebutuhan yang disesuaikan, baik untuk meningkatkan produktivitas ataupun sarana bertukar data dan juga akses informasi maupun sarana hiburan online yang sangat lengkap. Berbagai media cetak sudah banyak yang beralih ke media online dalam memberikan berita dan informasi. Kegunaan internet juga dirasakan dalam transportasi, seperti kemudahan dalam pembelian dan informasi harga tiket kereta api ataupun tiket pesawat terbang sudah bisa dibeli secara online, dan berlaku juga untuk berbagai hal lainnya semakin memudahkan tentunya dengan kehadiran internet dan kegunaannya akan terus berkembang semakin banyak dalam memenuhi tuntutan para penggunanya.

 
Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia
            RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama pengembang internet di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 sampai 1994. Masing-masing tokoh tersebut telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun jaringan komputer di Indonesia.
            Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
      Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.
      Di tahun 1986-1987 yang adalah awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.
1.     RMS Ibrahim merupakan orang yang pernama mengoprasikan Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC.
2.     Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai Jasipakta dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.
3.     Firman Siregar merupakan salah seorang pengalang di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.
4.     Putu melakukan perkembangan PUSDATA DEPRIN yang menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta.
5.     Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut digunakan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
6.     Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting (Sari, 2012)
Internet di Indonesia
Indonesia masih ketinggalan jauh dibandung dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).
Peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.
Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (Prayitno, 2010).
Akses Internet          
Secara umum akses internet publik terbagi menjadi tiga:
  • Tele center, contohnya akses internet di perpustakaan.
  • Warnet, berbayar  tergantung lama penggunaan internet.
  • Information access point, adalah terminal   untuk mengakses internet, untuk penggunaan  waktu yang singkat. Biasa tersedia di mall, bandara dan berbagai tempat publik.
Faktor ekonomi merupakan indikator utama dalam perkembangan Internet. Diketahui bahwa perkembangan masyarakat memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan Internet. Perbedaan  perkembangan  internet  pada 3 kawasan secara ekonomi, kemungkinan besar rendahnya pendidikan, perkembangan masyarakat, dan faktor infrastruktur.
Layanan dalam internet
Dunia Perbangkan:
  • ATM Bersama secara online
  • Transaksi keuangan lewat internet
  • Meminjam uang lewat kredit
  • Bayar listrik
Dunia pendidikan:
  • Pembelajaran secara online.
  • Mencari bahan materi secara mandiri melalui online.
  • Mengetahui perkembangan dunia dengan mudah.
  • Mengembangkan kreativitas diri.
  • Memperlihatkan karya hasil belajar kepada masyarakat bebas. Kita bisa mempublikasikan karya seperti puisi melalui sarana internet blog.
Ekonomi:
  • Meningkatkan penghasilah perusahaan karena bisa bertransaksi lewat internet.
  • Lebih leluasa dalam mempublikasikan produk baru.
  • Menghemat biaya karena internet biasanya gratis.
Dampak positif perkembangan internat bagi masyarakat indonesia
1.   Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.   Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3.   Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan internet sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4.   Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5.    Bisa digunakan sebagai sumber informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6.    Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak negati perkembangan Internet Bagi Masyarakat di Indonesia
1.     Pornografi yang mudah dan cepat menyabar dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.
2.     Violence and Gore. Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3.     Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4.     Carding Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5.     Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya(Nirmalasari, 2012).


Daftar Rujukan
Andi Dwi Nirmalasari. 2012. Tugas makalah Sejarah perkembangan internet beserta dampaknya (Online), (http://maladwigones.blogspot .com/2012/ 10/tugas-makalah-sejarah-perkembangan.html) diakses 17 Januari 2014.
Azimah. 2012. Makalah Perkembangan Internet di Indonesia. (Online), (http://azimahnn.wordpress.com/makalah-perkembangan-internet-di-indonesia/). Diakses 17 Januari 2014.
Kangfadlan. 2013. Makalah Perkembangan dan Kemajuan. (Online), (http://kangfadlan.blogspot.com/2013/04/makalah-perkembangan-dan-kemajuan_18.html)  diakses pada 17 Februari 2014.
Prayitno. 2010. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. (Online). (http://www.goechi.com/newsletter.html). diakses 18 Januari 2014.
Rafi, Muhammad. 2008. Cara Cepat membuat Website. Surabaya: Intek




ImplementasiAutomasi Perpustakaan di Sekolah


Latar belakang

Perpustakaan sekolah adalah jantung dari sekolah maka dari itu agar lembaga pendidikan ini berjalan dengan baik pengolahan perpustakaan sekolah perlu diperhatikan, karena dengan pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat menata aspek di perpustakaan mulai dari pengklasifikasian sampai dengan pelaporan  agar lebih sistematis dan efektif. 

            Seiring berjalanya waktu bahan pustaka semakin banyak dan semakin rumit pengelolahanya. Pengelolahan perpustakaan secara manual bayak menghabiskan waktu dan tenaga terutama bagi pustakawan, waktu dan tenga mereka habis dengan pekerjaan rutinya, akibatnya banyak pekrjaan lain yang tidak dilakukan oleh pustakawan dan banyak pengeluaran bagi perpustakaan manual misaalnya biaya untuk tinta, kertas,dan pegawai.

            Artikel ini disusun agar dapat memberi solusi masalah yang dihadapi dalam pegelolahan perpustakaan sekolah secara maual dengan cara automasi perpustakaan sekolah. Artikel ini akan membahas tentang pengertian automasi perpustakaan sekolah, tujuan dan manfaat, infrastruktur perpustakaan, Sumber daya manusia yang menangani automasi.

Automasi Perpustakaan
Automasi perpustakaan atau library Automation Siystem adalah software perpustakaan yang merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem automasi perpustakaan yang baik adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem sirkulasi, keanggotaan, pengaturan hak akses keanggotaan, pengaturan denda keterlambatan pengembalian, sistem booking, dan sistem reporting aktifitas perpustakaan dengan berbagai parameter pilihan yang dilengkapi dengan barcoding, dan mekanisme pengaksesan data berbasis web dan internet. yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengautomasikan kegiatan perpustakaan. Software yang digunakan untuk automasi perpustakaan biasanya  menggunakan model “relational database”(Harmawan, 2008).
Sistem automasi perpustakaan memisahkan fungsi software kedalam program tersendiri disebut modul. Modul automasi perpustakaan terdiri dari modul pengadaan, katalogisasi, sirkulasi, serial, dan Online Public Access Katalog (OPAC). Sistem Automasi Perpustakaan di Indonesia pada umumnya mempunyai tiga modul yaitu katalogisasi, sirkulasi, dan OPAC. Modul – modul tersebut merupakan sistem yang sudah terintegrasi, sehingga istilah sistem automasi perpustakaan sering disebut dengan sistem perpustakaan terintegrasi (Harmawan, 2008).
Automasi yang baik untuk perpustakan sekolah yang baik adalah automasi yang sesuai dengan visi misi dari sekolah tersebut. Automasi sekolah biasanya mengunakan perangkat lunak gratis atau opensource Perangkat lunak ini bisa didapatkan dari internet karena didistribusikan secara gratis kepada kalangan perpustakaan. Sehigga anggaran perpustakaan dapat ditekan namun biasanya program ini hanya berkapasitas kecil dan mempunyai banyak kekuarangan dibandingkan yang bersifat komersial. Automasi sebaiknya memudahkan pengguna dalam melakukan pengaksesan dan sesuai dengan keinginan, misalnya untuk perpustakaan sekolah dasar proses temu kembalinya lebih sederhana dari pada automasi di perguruan tinggi, banyak gambar dan bahasa yang mudah mengerti membuat anak senang dan tidak canggung akan peggunaan automasi di perpustakaan.

II Tujuan dan Manfaat
Tujuan Automasi Perpustakaan Sekolah.
a.      Memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, dengan automasi perpustakaan kegiatan menjadi saling berksiambungan antar komputer sehinga memudahkan dalam temu kembali informasi.
b.       Memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan dalam satu data base misalnya operator administrasi bekerja sama dengan operator penadaan dan pegolaha tampa harus saling menunggu dan pengawasan lebih tinggi karena automasi perpustakaan merekam seluruh kegiatanyang ada automasi.
c.       Membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan, dengan cara ini data yang sudah di entri dapat secara otomatis ditemukan kembali sehigga tidak perlu bolak bailik di entri.
d.     Memperluas jasa perpustakaan. Dengan kemudahan yang diberikan oleh automasi perpustakaan pustakawan sekolah dapat mempunyai waktu luang yang lebih dan dapat melaukan kegiatan lain misalnya melakukan acara story telling, mengajarkan peserta didik dalam meggunakan dan merawat bahan pustaka.
e.       Memberi peluang untuk memasarkan jasa perpustakaan lewat automasi perpustakaan misalnya pemasaran bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi, kegiatan yang bisa di pstig di dalam program automasi dll.
f.      Meningkatkan efisiensi, dengan automasi perpustakaan sekolah beberapa pekerjaan yang dapat memakan waktu yang lama dapat di minimalisan dengan proses pengautomasi dan penympanan data yang teratur.

Manfaat Automasi Perpustakaan
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan memberikan manfaat sebagai berikut:
a.      Memudahkan dalam pembuatan katalog.
Perpustakaan yang belum menggunakan automasi harus membuat kartu katalog agar pengguna dapat menemukan bahan pustaka yang diketahui berdasarkan pengarang, judul dan menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan. Penggunaan automasi sekolah akan memudahakan proses pembuatan katalog, penyajian buku bagi pemustaka  akan lebih cepat dan efisien.
b.     Memudahkan dalam layanan sirkulasi
Perpustakaan yang belum menggunakan automasi dalam proses layanan peminjaman  dilakukan dengan menggunakan kartu. Pekerjaan yang harus dilakukan diawali dengan petugas meminta kartu pemustaka, mengambil kartu pinjam, menulis nomer buku di kartu pinjam, mencabut kartu buku dan diakhiri dengan mem “file” kartu. Pekerjaan tersebut memakan waktu yang cukup lama dan cukup rumit. Dengan komputer pekerjaan peminjaman, pengembalian, dan peminjaman  buku dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dengan menyorot “barcode” kartu kemudian menyorot “barcode” buku kemudian secara automasi akan terjadi transaksi selanjutnya memberikan cap tanggal atau struk bukti. Bagi perpustakaan yang sudah maju pengguna dapat  melakukan transaksi secara mandiri yang dinamakan dengan “self service” seperti penerapan ATM dalam layanan Bank.
c.      Memudahkan dalam penelusuran melalui katalog.
Perpustakaan yang belum menggunakan program automasi katalog manual, pengguna dapat akses melalui tiga pendekatan yaitu judul, pengarang, dan subjek. Automasi perpustakaan akan memudahkan pengguna dalam menelusur informasi, khususnya katalog melalui OPAC (Online Public Access catalog). Pengguna dapat menelusuri suatu judul buku secara bersamaan dan mereka dapat menelusuri buku dari berbagai pendekatan. Misalnya melalui judul, kata kunci judul, pengarang, kata kunci pengarang, subjek, kata kunci subyek dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.
d.     Menghemat waktu.
Dengan menggunakan automasi pekerjaan pustakawan lebih cepat karena pengguna dapat melayani sendri dalam proses peminjaman, dan pengemblian, Perpanjangan, dan pencarian bahan pustaka. Putakawan dapat melakukan pekerjaan lain misalnya pengideksan.
e.      Meningkatkan layanan. Dengan menggunakan automasi perpustakaan layanan diperpustakaan lebih mudah digunakan dan pustakawan dapat melakukan kegiatan lain untuk meningkatkan layanan.
f.      Memudahkan dalam pembuatan laporan statistik. Laporan dapat dibuat dengan data-data yang sudah ada dengan menggunkan proses automasi secara otomatis yang dapat dijadikan statistik. 
g.     Menghemat biaya. Dengan menggunakan proses automasi dapat menghemat biaya misalnya biaya kertas dan biaya tenaga kerja dapat digantikan dengan tenaga komputer.
h.     Kepentingan akreditasi. Dalam akreditasi sekolah perlu penilaian kualitas perpustakaan maka dari itu perpustakaan perlu tindakan automasi(Hermawan, 2008).
i.        Dapat menjamin pengelolaan data administrasi perpustakaan.
Dengan adanya automasi perpustakaan maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Salain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusur kembali.

Infrastruktur Automasi Perpustakaan 
Insfrastruktur automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi untuk memudahkan perpustakaan dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi meliputi perangkat automasi, data, basis data, pengguna, manajemen sistem automasi,standar basis data katalog, manual dan jaringan komputer
Infrstruktur automasi perpustakaan yaitu:
1.     Basis data adalah repretasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tampa pengulangan. (redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Data perlu disimpan dalam basis data utuk keperluan penyediaaan informasi lebih lanjut. Data dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguana untuk efesiensi waktu menyimpanya (Febrian, 2002:130) Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu, kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya
2.     Data
Data yang dibutuhkan dalam proses automasi perpustakaan sekolah misalnya identitas pengguna berupa kelompok staf, tenaga pengajar, dan peserta didik. identitas bahan pustaka, dan data kegiatan automasi perpustakaan. Agar data dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu proses pengolahan yang memerlukan prosedur, alat-alat, dan waktu. Prosedur pengolahan data melalui faset-faset pengumpulan, pemasukan, perhitungan-perhitungan sampai pada pembuatan laporan/ informasi yang diinginkan. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan komputer, maka data mudah dikomunikasikan dengan cepat dari satu komputer kekomputer lain seluruh dunia, komunikasi data ini sekarang telah menjadi suatu kegiatan dan kehidupan masarakat informasi yang dapat dilakukan setiap saat(Lasa, 2009;116).
3.     Pengguna automasi yaitu pustakawan, teknisi, dan anggota perpustakaan. Sebuah sistem automasi tidak terlepas dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai pengelola sistem. Tugas pustakawan adalah melayanai pengguna dan mengatur perpustakaan misalnya mengadakan kerja sama atua mengadakan kegiatan- kegiatan di perpustakaan, Pada sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa tingkatan.operator atau tenaga teknisi tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu :  Supervisor, Operator Administrasi, Operator Pengadaan dan Pengolahan, Operator Sirkulasi,  Pemustaka adalah orang yang membutuhkan perpustakaan automasi perpustakan harus memenuhi kebutuhan dari penggunanya agar tujuan perpustakaan tercapai.
4.     Perangkat automasi perpustakaan adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses automasi yaitu perangkat keras dan perangkat lunak.
a.      Perangkat keras adalah sebuah alat yang dapat menerima dan mengolah data menjai informasi. untuk automasi perangkat yang dibutuhkan yaitu sebuah  komputer dan alat bantunya seperti Printer, Barcode, Scanner, dll Sebuah komputer sudah cukup untuk digunakan didalam memulai  proses automasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil.  Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada pengguna  menjadi lancar.  
b.     Perangkat Lunak (Software)                                             .
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang  dikehendaki.   Perangakat   lunak   mampu diaplikasikan dengan  beberpa  sistem  oprasi,  mampu  menjalankan  lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses.  Ada 3 (tiga) cara untuk memperoleh perangkat lunak ini, antara lain : 
1) Membangun sendiri dengan bantuan seorang developer perangkat lunak. Jika instansi Anda mempunyai tenaga programer maka langkah pertama ini bisa dilakukan karena dapat menghemat biaya membeli perangkat lunak automasi. 
2) Menggunakan perangkat lunak gratis atau opensource,. Perangkat lunak terdapat dari internet karena didistribusikan secara gratis kepada kalangan perpustakaan. Walaupun gratis perangkat lunak ini masih banyak kekurangan dan masih harus dimodifikasi lebih lanjut agar memenuhi kebutuhan di tempat kerja.  
3) Membeli perangkat lunak komersial beserta training dan supportnya yang dibangun oleh pihak ketiga. Perangkat lunak komersial, merupakan hasil riset pengembangnya dan mudah untuk diimplementasikan karena hanya perlu dilakukan perubahan fitur sedikit atau tidak sama sekali. Training dan Support selama beberapa periode waktu juga akan diberikan oleh vendor secara penuh sehingga pengguna dapat langsung menggunakan tanpa harus bersusah payah lagi. Pilihan ini dapat dipilih jika terdapat dana untuk membeli perangkat lunak.  
Suatu software dikembangkan melalui suatu pengamatan dari suatu
sistem kerja yang berjalan, untuk menilai suatu software tentu saja banyak kriteria yang harus diperhatikan (kosasih, 2014).
a.      Manual sebagai penjelasan cara memasang, menyesuaikan, menjalankan suatu perangkat keras atau perangkat lunak di dalam automasi perpustakaan.
b.     Jaringan komputer automasi perpustakaan sekolah dapat melalui internet atau intarnet hal ini di sesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan dari sekolah tersebut. Semakin laus jaringannya semakin mudah pengaksesanya namun biayanya semakin tinggi.
c.      Manajemen Sistem Informasi
Penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Visensia, 2009).
C. Standar Basis Data Katalog
Banyaknya perbedaan katalog yang terdapat diberbagai sekolah akibat dari banyaknya pertukaran bahan puataka yang pegolahan setiap sekolah berbeda.
Kerjasama dapat dilakukan jika masing-masing perpustakaan itu memiliki kesamaan dalam format penulisan data katalog data.  Persoalan yang sering dihadapi dalam kerjasama tukar-menukar atau penggabungan data adalah banyaknya data yang ditulis dengan suka-suka yaitu tidak memperhatikan standar yang ada. Pekerjaan konversi data merupakan hal yang membosankan dan memakan banyak waktu. Sering data katalog dalam perpustakaan tidak menggunakan standar, hal ini banyak terjadi karena kurangnya pemahaman akan manfaat standar penulisan data. Pertemuan-pertemuan mungkin perlu sering diadakan diantara anggota-anggota jaringan perpustakaan untuk menentukan standar-standar dan prosedur-prosedur yang digunakan bersama. Persoalan lain dalam standardisasi format penulisan data katalog adalah bahasa. Kebanyakan perpustakaan mengkoleksi materi yang menggunakan bahasa pengantar berbeda-beda(Kosasih, 2009).

Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah.
Hal-hal yang perlu diketahui oleh pustakawan dalam melakukan automasi perpustakaan:
1.     Pustakawan dapat memehami ruang lingkup dan unsur dari automasi perpustakaan.
2.     Pustakawan dapat memahami dan dapat mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang menyeluruh sebelum merencanakan desain sistem. 
3.     Pustakawan mengerti dan dapat mengapresiasi manfaat analisis sistem dan desain, implementasi evaluasi dan maintenance.
4.     Pustakawan mengerti proses evaluasi software sejalan dengan proposal sebelum menentukan sebuah sistem automasi.
5.     Pustakawan dapat mengapresiasi pentingnya pelatihan untuk staf dan keterlibatan mereka (Subrata, 2009).

Sistem automasi selalu terhubung dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai pengelola sistem.
Kireteria operator automasi perpustakaan sekolah yaitu:
a.      Operator dapat menguasai komputer dan jaringan computer sehingga dapat membuat jaringan yang sesuai kebutuhan perpustakaan sekolah dengan dana yang tersedia.
b.     Operator dapat menguasai aplikasi yang diterapkan di perustkaan sekolah terutama bagian yang dia kerjakan.
c.      Menguasai operating system sehingga dapat membuat dan mengubah sistem sistem bila ada perubahan kebutuhan.
d.     Operator mempunyai pengetahuan perpustakaan secara keseluruhan terutama dalam bidang teknologi informasi.
e.      Operator memahami tatakerja/manajemen perpustakaan yang ada dalam perpustakaan..sekolah.
f.      Operator mempunyai komitmen terhadap tugas sehingga dalam pekerjaanya mempunyai etos kerja yang tinggi dan tujuan yang jelas.
g.     Operator mampu bekerja sama dengan organisasi atau perorangan sehingga pekerjaanya lebih fleksibel dan mudah ditempatkan dimana saja.
h.     Operator mempunyai wawasan yang luas tertama dalam lingkup subjek bahan pustaka yang dihadapi dan teknologi informasi.
i.       Operator selalu bersedia mengembangakan ilmu dan ketrampilannya baik formal maupu  informal.
Tingkatan Operator
 Pada sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu :
1.     Supervisor.
Supervisor yaitu operator dengan wewenang tertinggi. Supervisor dapat mengakses dan mengatur beberapa konfigurasi dari sistem dan dapat melakukan proses auditing, Mengubah sistem automasi, menentukan wewenang user.
2.     Operator Administrasi mengatur proses:
a.      pendaftaran anggota berupa identitas anggota, id anggota, masa berlaku, institusi, tipe keanggtaan, dan waktu pendaftaran
b.     pelaporan berupa daftar anggota, pelaporan pengadaan dan lain-lain
c.       Beberapa proses yang digunakan untuk urusan administrasi misalnya pembuatan kartu, ekspor dan impor data

3.     Operator Pengadaan dan Pengolahan yaitu mengatur proses
a.      Proses pemasukan data berupa identitas buku, klasifikaasi, nomor registrasi, dan pengaturan bahan pustaka lainnya.
b.     Proses finishing misalnya cetak barcode, nomor register, pencetakan katalog, penampilan opac, lidah buku dan label punggung.
4.     Operator Sirkulasi
Operator ini berfungsi untuk melayani pengguna yang melakukan peminjaman, pengembalian, memperpanjang bahan pustaka, sejarah peminjaman, dan preservasi.            
5.     Operator..Referensi
Operator referens melayani pengguna dengan mencarikan bahan referensi, melayani korespondensi via email, via forum di newsgroup, bimbingan pengguna, dll (Kosasih, 2009).

Kesimpulan
Automasi perpustakaan adalah software perpustakaan yang merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik mengelola  perpustakaan, Automasi yang baik untuk perpustakan sekolah yaitu sesuai dengan visi misi dari sekolah, memudahkan masyarakat sekolah dalam mencari informasi, sistemnya saling terintegarasi.
Tujuan automasi perpustakaan memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan, membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan, memperluas jasa perpustakaan, memberi peluang untuk memasarkan jasa dan, meningkatkan efisiensi
Automasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan memberikan manfaat yaitu memudahkan dalam pembuatan katalog, mudahkan dalam layanan sirkulasi,memudahkan dalam penelusuran melalui katalog, menghemat waktu, meningkatkan layanan perpustakaan. memudahkan dalam pembuatan laporan statistik, menghemat biaya, kepentingan akreditasi, dapat menjamin pengelolaan data administrasi perpustakaan.
Insfrastruktur automasi perpustakaan adalah sumber daya automasi untuk memudahkan perpustakaan dalam melakukan pekerjaan. Infrastruktur automasi meliputi perangkat automasi, data, basis data, pengguna, manajemen sistem automasi,standar basis data katalog, manual dan jaringan komputer
Sumber daya manusia dalam menjalankan automasi perpustakaan harus sesuai dengan kemampuan dan mengetahui kebutuhan dari pengguna automasi perpustakaan sekolah hal Ini bertujuan sistem automasi terintgarasi dan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah. Tingkatan Operator. Pada sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa tingkatan operator tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu supervisor, operator administrasi mengatur proses, operator pengadaan dan pengolahan yaitu mengatur proses, operator sirkulasi, operator..referensi.


Daftar Rujukan

Febrian, F. 2002. Kamus Komputer dan Istilah Teknologi Informasi. Bandung: Informatika Bandung.
Harmawan. 2008. Sistem Otoasi Perpustakaan,   (file:///E:/semester%20II/2PTKI/UPT%20Perpustakaan%20Universitas %20Sebelas%20Maret.htm), diakses pada 16 September 2014.
Kosasih. 2009. Otomasi Perpustakaan Sekolah : sebuah pengenalan, (Online),     dalam universitas Negeri Malang.(http://library.um.ac.id/images/ stories/pustakawan/karsasih/Otomasi%20Perpustakaan%2 0Sekolah.pdf), diakses 16 September 2014
Lasa HS. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka book publisher.
Subrata, Gatot. 2009. Automasi Perpustakaan, (Online), dalam Universitas Negeri Malang (http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/ kargto/ Automasi%20Perpustakaan.pdf) diakses 16 September 2014.
Vinsensia. 2009. Pengertian OtomasiPerpustakaan dan Komponen Otomasi Perpustakaan, (http://vinsensiaretno.blogspot.com/2009/06/pengertian-otomasi-perpustakaan-dan.html), diakses pada 16 September 2014.




A.    Identitas Pusat Sumber Belajar


Nama              : Taman Baca Amin
Jenis                : Taman Baca
Kepemilikan   : Jatim Park Group
Alamat: Jalan Sultan Agung Kota Batu
Jam palayanan: Taman baca pukul 14.00-21.00
                          Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar belakang pendidikan Petugas Perpustakaan :
S1 Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA

1.     Sejarah
Taman baca amin berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti Amin untuk doanya dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu mengatakan kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi jatim park grup setelah poli gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. ‘AMIN’ adalah fasilitas gratis yang berupa poliklinik dan taman bacaan yang terletak di pintu masuk kawasan wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut dirancang oleh konsultan arsitektur bernama dpavilion, dan terdiri atas tiga lantai. Nama Contertainer mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi susunan container bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman bacaan. Penggunaan container bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki arti bahwa masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan di era industrialisasi, yang disimbolkan oleh container sebagai sarana untuk distribusi hasil container. Perancangan ini mengambil tema penyelarasan konsep interior terhadap konsep eksterior. Susunan container yang berfungsi sebagai taman bacaan pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda di setiap container untuk menunjukkan identitas tiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk container tepatnya 4 ruangan  6 container merah ruangan, 4 container kuning ruangan, 8 container biru ruangan dan 3 container hijau ruangan. Gedung ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan untuk poli gigi, lantai kedua berisi ruangan lobi, ruangan santai, ruangan anak dan sirkulasi, lantai tiga terdiri dari  ruang baca, dan ruang diskusi. Perpus Amin ini berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh Walikota Batu Eddy Rumpoko, pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di lantai satu. Selain prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter gigi dan satu ruang dokter umum.

2.     Visi dan Misi
1.     Meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya.
2.     Sebagai tempat yang nyaman untuk belajar.


B.    Deskripsi Fisik

1.     Lokasi
Taman baca Amin berada di tempat yang strategis dimana tempat tersebut jalur berbagai transportasi umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya jatim park dan museum angkut, pusat kota yaitu jalan Sultan Agung Batu Jawa timur.
2.   Fasilitas
Taman Baca Amin mempunyai fasilitas yang cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak, para siswa sampai orang dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi), tempat lesehan, free wifi, musik, ruangan anak-anak, dan toilet, kantin. Beberapa fasilitaas gratis tersebut terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum dan gigi, taman baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Untuk bacaan anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita,serta bacaan umum dan dewasa.
3.   Koleksi
Koleksi taman baca amin mencangkup subjek umum berupa buku yaitu: cerita anak, keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah, koran, bahan pustaka refrensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan koleksi taman baca amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi bahan pustaka ± 10000 eksemplar yang terdiri dari bahan cetak.Dalam taman baca ini terdapat beberapa container yang didalamnya terdapat jenis koleksi yang berbeda:
Ø Kontainer biru:
Terdapat koleksi antara lain tentang pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop, manajemen, politik, psikologi, manusia, agama, kebudayaan, teknologi lingkungan.
Ø Kontainer kuning:
Terdapat koleksi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku penunjang gizi balita.
Ø Kontainer merah:
Terdapat koleksi kamus, computer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu social, bahasa, sejarah, kesusastraan,.
Ø Ruang baca anak:
Terdapat koleksi anak-anak, buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik dan kegiatan menggambar, story telling. 
4.   Perabot
Perabot taman baca amin yaitu kursi,sofa, meja, rak buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin, charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV,  spiker, dan telepon. Kualitas perbotnya cukup baik dan nyaman. Adapun perabot dan peralatan yang digunakan untuk pelayanan sebagai berikut:
Loby:
·     Meja petugas
·     CCTV
·     Loker
·     Presensi
·     Kantin

Kontainer biru:
·     Kursi 6                            
·     Sofa 1 seat
·     Meja 2
·     CCTV 2
·     Pengharum ruangan 2
·     AC 4
·     Telepon 1
·     Stop contac 4
·     Wifi
·     Speaker 1
·     Rak buku 8
·     Papan tulis kecil 1
Kontainer kuning:
·     AC 1
·     Papan tulis 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Speaker 1
·     Kursi dan meja 1 seat
·     Sofa 1 seat
·     Rak 5
·     CCTV 1
Kontainer merah:
·     Papan tulis 1
·     Rak 5
·     Sofa 1 seat
·     Meja panjang 1
·     Kursi 6
·     CCTV 1
·     Stop contac 2
·     AC 1
·     Speaker 1
Ruang baca anak:
·     Toilet
·     Speaker 2
·     CCTV 1
·     AC 1
·     Pengharum ruangan 1
·     Kursi 12
·     Meja panjang 2
·     Wifi
·     Sofa 1 seat
·     Rak kecil 20
·     Rak sedang 5

C.  Deskripsi Aktifitas
Taman baca amin tidak menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat, para siswa sering melakukan diskusi terutama sekolah disekitar taman baca, salah satunnya SMPN 1 Batu karena bahan pustakanya yang sesuai dengan kebutuhan mereka, free wifi, dan tempat yang nyaman untuk diskusi.
Kegiatan yang dilakukan yaitu lomba mewarnaidan menggambar mulai dari TK sampai SD, strory telling, seminar di hari tertentu misalnya tema memperingati hari bumi, hari HIV AIDS, keterampilan untuk pengguna misanya merajut, bakti social,bimbingan pelajaran bagi siswa terutama ketika akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para relawan. Kegiatan ini biasnya dilakukan pada hari jum’at dan minggu sesuai dengan agenda perpustakaan dan para relawan. Pendidikan pemakai perpustakaan dilakukan ketika ada rombongan dari sekolah-sekolah. Kerjasama dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan, pendidikan, dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini dipromosikan di media brosur yang dibagikan kepada sasaran misalnya di sekolah dasar untuk lomba menggambar.Kegiatan ini dilakukan secara geratis dengan cara para relawan mengajukan permohonan kepada taman baca amin dan taman baca amin menyediakan tempat dan fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
            Pengunjung taman baca terdiri dari semua umur,  mulai dari umur tiga tahun sampai lansia namun yang paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah, kebanyakan pemustaka berkunjung karena mengisi waktu luang. Rata-rata pengunjung ± 30 orang perhari, pengunjung relatif stabil dan bagi kalangan pendidikan biasnya turun ke angkatan berikutnya, namun akan lebih banyak jika ada kegiatan lain, misalnya kunjungan siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.


1.       Pegolahan Bahan Pustaka
Pengadaan taman baca Amin mendapatkan biaya 10-30 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark group dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampuln, dan cap dari lebaga. Kelasifikasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama.penyeleksian untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian disumangkan ke tempat laian. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah rusak dan tidak layak digunakan.
3.   Harapan Petugas perpustakaan
·       Meningkatnya minat baca masyarakat.
·       Taman baca bukan hanya sebagai tempat membaca saja namun sebagai wahana membagikan ilmu.
·       Dengan adanya taman baca lebih banyak lagi lembaga yang terinspirasi untuk melakukan pendidikan geratis.
·       Taman banyak perpustakaan Amin peminatnya lebih banyak lagi dengan membuat tempat yang penuh dengan fantasi.
4.   Hasil Wawancara
Pertanyaan                                                                                                                
·       Siapa nama anda?
·       Apa pekerjaan/pendidikan yang anda enyang sekarang?
·       Bagimana pendapat anda tentang taman baca amin?
·       Kapan saja dan pada saat bagimana anda ke taman baca amin?
·       Fasilitas apa yang anda gunakan?
·       Apa harapan anda untuk Taman baca perpustakaan?

Jawaban
Wawancara 1
·       RindaMahasiswa UB
·       Pendapat saya taman baca amin cukup bagus dan unik.
·       Saya sering menghabiskan waktu luang dan tugas saya di taman baca ini.
·       Saya biasanya membaca novel dan bahan referens tugas.
·       Harapan saya koleksinya ditambah.

Wawancara 2
·       Siswa-siswa SMA 1 Batu
·       Pendapat kami taman baca ini cukup bagus, dan nyaman namun tidak boleh membawa makanan.
·       Kegiatan kami mengerjakan tugas bersama terutama tugas kelompok, ini adalah tempat yang cocok untuk kegiatan belajar karena beberapa teman rumahnya jauh.
·       Fasilitas yang digunakan kami yaitu free wifi, buku bacaan, dan stop kontak.
·       Harapan kami bukunya lebih uptodate, lebih banyak, dan boleh makan di taman baca.
Wawancara 3
·     UmiIbu rumah tangga
·     Biasnya umi menunggu suami pulang kerja diisi dengan mengggur dan melamun sekarang kebiasaanya membaca, sehingga waktu saya dihabiskan denganhal yang lebih bermanfaat.
·     Biasanya umi membaca buku anak-anak, majalah, dan buku resep.
·     Pendapat umi taman bacanya bagus, sarana yang baik bagi anak-anak yang ingin belajar, mengasah keterampilan, dan sebagai bahan referensi masyarakat.
·     Harapanya bukunya ditambah, kegiatanya di tinggkatkan, dan penataanya lebih rapih lagi.
D.      Keunggulan

1.     Taman baca amin memiliki banyak kegitan di bidang pendidikan.
2.     Keterbukaan taman baca amin menyediakan faasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti social kepada masyarakat.
3.     Sumber pusat belajar ini letaknya strategis dan dekat dengan area pendidikan.
4.     Jam buka pada malam hari cocok untuk masyarakat setelah sekolah dan bekerja.
5.     Taman baca yang unik banyak menarik perhatian bagi masyarakat.
6.     Free wifi, pengunjung dapat menggunakan fasilitas internet gratis.
7.     Stop contac tersedia disetiap kontainer.
8.     Jumlah tempat duduk memadai, sofa, kursi terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
9.     Lantai ditiap kontainer tertutup karpet. Pengunjung harus melepas sepatu/sandal,
Sehingga kebersihan terjamin.
10.  Penerangan ditiap kontainer bagus. Jadi, pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung ataupun malam hari
11.  Perpus Amin tidak hanya menyajikan bacaan lengkap, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah.


E.      Kelemahan
1.     Pengklasifikasianya hanya 100 divisi utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
2.     Penataan bahan pustaka kurang rapi dan letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
3.     Tidak adanya agenda rutin dalam melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling.
4.     Bahan pustaknya kurang uptodate.
5.     Promosi kegiatan taman baca hanya dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
6.     Pencarian buku manual belum adanya OPAC.


F.     Rekomondasi
Taman baca amin  merupakan wahana pendidikan yang unik selain dari desain perpustakaan dari container bekas, taman baca ini mempunyai banyak kegiatan bakti social, petugas proaktif dalam memajukan taman baca dengan cara mencari para relawan untuk berpartisipasi di taman baca, belajar keterampilan untuk mengadakan suatu kegiatan, dan petugas sebaiknya belajar dalam melakuan penataan bahan pustaka dengan baik,terbuka dengan saran dan kritik.
Saran kami Taman baca sebaiknya mempunyai komunitas sehinga mereka dapat berbagi ilmu satu dengan yang lain dan saling bertukar bahan pustaka maupun ide. Promosi taman baca misalnya kegiatan dan bahan pustaka baru. lebih sering galangkan dapat berupa web, poster, brosur dan lain-lain terdaptnya kegiatan rutin sehingga pengguna akan tertarik melakukan kegiatan diasana dan membiasakan masyarakat untuk berkunjung.
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar