Tema :MENITI
JALAN KEPUSTAKAWANAN
Pemateri : BLASIUS SUDARSONO (Pembelajar pada Kappa Sigma Kappa INDONESIA)
Waktu: Malang, 20 November 2014
Kepustakawan tidak berbicara tentang kemampuan namun
dengan kemaun, dari kemauan ini kita harus meningkatkan kemampuan untuk menjadi
pustakawan, Kita biasnya mempelajari perpustakaan dari bagaimana, padahal apa
itu perpustakaan? mengapa anda memilih menjadi perpustakaan adalah dasar
mencintai perpustakaan. perjalanan saya yaitu
meniti jalan kepustakawanan, karena jalan itu tidak sederhana, jalan kepustakawanan adalah
jalan yang semula asing dan tidak dikenal, sejak awal sudah memunculkan beragam
pertanyaan, ternyata menimbulkan obsesi yang belum usai sampai kini.Merumuskan dasar berpikir merumuskan dasar berfikir
melalui interaksi antara kemauan dan kemampuan, kemauan dijiwai filsafat
kepustakawanan, kemampuan berfondasi pada logika dokumentasi dan interaksi
keduanya akan menghasilkan mutu pustakawan.
logika dokumentasi
Pada awal mula adalah kehendak manusia untuk
mengekspresikan apa yang dipikirkan dan atau dirasakannya (1992), Jika ada
pihak lain yang berada pada tempat dan waktu yang sama maka ekspresi itu menjadi
komunikasi, jika tidak ada pihak yang menerima ekspresi itu pada saat yang sama
maka perlu upaya untuk menyimpan sementara ekspresi agar dapat disampaikan kemudian, Simpanan atau
rekaman sementara ini untuk waktu yang tak berhingga menjadi simpanan atau
rekaman abadi dngan kata lain penggal waktu ”sementara” itu menjadi ”tak berhingga”
adalah konsep abadi maka proses dokumentasi dapat juga dikatakan sebagai proses
pengabadian
Kepustakawanan
Indonesia
Seminar
ini diselenggarakan untuk menganatisipasi pemberlakuan asia free trade area
pada tahun 2015, diharapkan akan ada pembahasan kurikulum pendidikan formal
calon pustakawan tentang perguruan tinggi. Seminar ini tentang bagaimana
perjalanan ini dilakukan
Empat pilar penyangga yaitu:
a.
Kepustakawanan merupakan
panggilan hidup
b. Kepustakawanan
merupakan semangat hidup
c. Kepustakawanan
merupakan karya pelayanan
d.
Kepustakawanan merupakan
profesional
Lima daya utama yaitu:
a.
Berpikir kritis,
analitis dan kritis
b. Berkemampuan
membaca
c. Berkemampuan
menulis
d. Berkemampuan
wirausaha
e.
Menjunjung etika
Tiga sasaran yaitu:
a.
Menjadi cerdas (bright)
b. Menjadi
kaya (rich)
c.
Menjadi benar (right)
Tujuan akhir
Manusia
paripurna berguna bagi sesama
Pola pikir triadik ( kebertigaan )
Pendekatan triadik :
1.
Berpikir logis,
analisis, dan kritis
2. Hidup
dalam konsep ruang dan waktu
3.
Berpendekatan
sistematik
Itu semua adaalah tiga elemen
pendekatan berpikir yang dilakukan Blasius Sudarsono.
Beliau menyodorkan janji pustakawan
muda Indonesia yang berbunyi:
Janji
Pustakawan Muda Indonesia
Kmi calon pustakawan dan pustakawan
muda Indonesia
Mengaku
berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah warga bangsa dan negara
indonesia.
Kami calon pustakawan dan
pustakawan muda Indonesia
Sebagai
profesional senantiasa berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati
diri pustakawan indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk
mencapai cita-cita bangsa dan negara indonesia
Mewaspadai,
menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan
bangsa dan negara indonesia.
Pustakawan
Dan Kepustakawanan
Pengertian
tentang pustakawan diatur dalam undang-undang nomr 43 tahun 2007 tentang
perpustakaan. Pustakawan adalah mahkluk hidup yang
disebut sebahai manusia. Pustakawan adalah peribadi. sehingga dapat diharapkan ada
kesetaraan konsep pustakawan dan kepustakawanan dengan konsep pribadi dan
kepribadian. Logikanya pemikiran driyakara tentang pribadi dan kepribadian berlaku juga untuk
konsep pustakawan dan kepustakawanan. Organisasi profesi pustakawan di indonesia sudah
memiliki kode etik. Sayangnya sosialisasi belum menyebar luas, kode etik
pustakawan masih asing ditelinga pustakawan Indonesia. Idealnya berbagai
organisasi profesi perpustakaan yang ada perlu bersama bersepakat. Kode
etika profesi termasuk ranah etika terapan
sebuah upaya untuk mengatur tingkah laku moral
suatu kelompok khusus melalui ketentuan tertulis yang diharapkan akan diprgang teguh
oleh seluruh kelompok itu. Profesi
adalah suatu moral komunitasDengan
demikian profesi menjadi suatu kelompok yang mempunyai kekuasaan tersendiri dan
karena itu mempunyai tangung jawab khusus. Karena memiliki monopoli atas suatu
keahlian tertentu, selalu ada bahaya profesi menutup diri bagi orang luar dan
menjadi suatu kalangan yang suka ditembus. bagi klaien yang mengunakan jasa
tertentu seperti itu dapat mengakibatkan kecurigaan dipermainkan. Kode etik
dapat mengimbangi segi negatif profesi
karena berkaiatan dengan etika dalam melakukan pekerjaan.
Epilog
Posisi awal kita sebagai pustakawan
adalah hasil pembelajaran dalam dalam menyiapkan diri menjadi pustakawan. Kewajiban
lembaga pendidikan harus menjawab posisi
bagi lulusan mereka. Paling tidak lembaga memberikan mengenalkan medan
dan berantara perpustakaan.
Pemahaman akan paham yang terletak pada dua eksterem
menjadi focus pengajaran. Paham anatara ini adalah aliran eksistensialisme. Epilog
ini sebagai sebuah pengantar untuk memulai diskusi bekelanjutan tentang
kepustakawanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar